Polwan untuk Negeri
Bunga Rampai Pemikiran dan Pengalaman yang Menginspirasi
Mendiang Brigjen Pol. (Purn) Jeane Mandagi pernah berkata : ”Jangan Cuma menjadi bunga penghias ruangan kerja saja,” katanya. Ungkapan itu ditujukan kepada polwan agar termotivasi mengerahkan segala kemampuan untuk berprestasi, karena ada kecenderungan prestasi polwan kurang terlihat, dan tersembunyi di balik gemerlapnya prestasi para polisi pria. Apalagi jumlah polisi pria jauh lebih banyak. Prestasi Jenderal Jeane sendiri cukup mentereng. Beliau adalah polwan pertama yang meraih pangkat jenderal. Keahlian yang spesial di bidang pemberantasan narkotika, menjadikan pendapatnya seputar narkotika selalu didengar. Nahkan setelah pensiun pun Jenderal Jeanne masih dipercaya untuk menjadi Koordinator Ahlo di Badan Narkotika Nasional BNN).
Jenderal Jeanne mengambarkan sosok polwan modern. Semangat belajarnya tinggi, diikuti prestasi dan kepercayaan yang diperolehnya untuk menduduki posisi penting baik di Polri maupun mewakili Polri di ajang internasional. Setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jeanne muda melamar sebagai polisi dan diterima pada 1 Desember 1965. Setelah menjadi polwan, ia kemudian ikut kursus Peradilan Militer pada tahun 1966. Tahun 1974 Jeanne mengikuti kursus “United Nation Regional Course on The Control of Narcotic,” satu tahun setelah mengikuti kursus tersebut, beliau melanjutkan studi di Washington, AS untuk mendalami bidang pemberantasan narkotika. Hal inilah yang mengantarkannya mendapat kepercayaan di tingkat ASIA Tenggara sebagai ASEAN Narcotics Desk Officerpada periode 1985 – 1988.
Sejak muda Jeanne sudah bercita-cita untuk membuktikan bahwa karier sebagai polisi bisa dijalani dengan baik oleh kaum perempuan. Bahkan dia sudah bertekad ingin membuktikan bahwa seorang perempuan pun bisa menjadi polisi yang hebat hingga menjadi jenderal. Pangkat jenderal berhasil diraihnya ketika diangkat menjadi Kadispen Polri pada 1989 – 1992.
Dari perpektif gender, tampaknya perempuan yang berada di lingkup kerja berbudaya maskulin, masih memperoleh kesan bahwa dirinya “dipaksa” untuk beradaptasi dalam lingkungan hegemoni laki-laki dan tidak bisa sebaliknya.
Berbagai polemik terkait peran polwan dalam prespektif gender dan budaya organisasi cukup menarik apabila dikaitkan dengan organisasi kepolisian yang berupaya memberdayakan polwan untuk menempati posisi strategis tinggi bahkan terlibat dalam operasional di lapangan. Namun meski jumlah polwan yangtelah mencapai karier tinggi seperti menjabat sebagai kapolda, kapolres, kapolsek, makin banyak bahkan (pernah menjadi) Ketua Pemberantasan Korupsi, namun keprihatinan terhadap berbagai bentuk diskriminasi terhadap polwan tidak pernah dikesampingkan.
Pada tahun 1948 peran perempuan dibutuhkan dalam penangan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban di masyarakat yang kelak dikenal sebagai polisi wanita (polwan). Meskipun kala itu kemunculan kemunculan polwan juga dilatarbelakangi oleh permasalahan yang muncul akibat kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga, di mana para istri korban kekerasan enggan diperiksa oleh anggota polisi laki-laki, serta pertimbangan dari kepolisian untuk meminimalisasi perlakuan kurang terhormat kepada korban ataupun tersangka yang berjenis kelamin perempuan. Sejak saat itulah, keberadaan polwan semakin dibutuhkan, bahkan ditempatkan pada jabatan strategis, bukan hanya di bidang pembinaan saja, melainkan diberi tanggung jawab sebagai pemimpin operasional di lapangan.
Buku ini merupakan bunga rampai yang memiliki beragam tema yang terhimpun dalam kategori leadership, kesetaraan gender, akademik, dan praktik keahlian yang dirangkum dan diterbitkan oleh Rayyana Komukasindo. Buku ini merupakan puzzel pikiran dari
- Brigjen Pol. Dr. Juansih, S.H., M.Hum
- Kombes Pol. Dr. Rinny S.T Wowor, M.Psi.
- Kombes Pol. Dr. Rosmita Rustam, S.E, M.E.
- Kombes Pol.Dr. Sulastiana, SIP, S.H, M.Si.
- Kombes Pol. Dr. dr.Sumy Hastry Purwanti, DFM, Sp.F
diharapkan buku ini dapat menambah wawasan bagi masyarakat luas dalam mengetahui beragam bidang yang menjadi tugas Polri yang dalam hal ini ditangani oleh para penulis. Selamat membaca dan siap-siap tercerahkan.