Merebut Lagi Kepercayaan Publik

Dekat dan dipercaya masyarakat berati lebih mendengar dan lebih aspiratif

terhadap apa keluhan masyarakat. – Majalah Tribrata News edisi IX 2022

 

Ketika Kutaraja jatuh oleh Ra Kuti dan tentara pemberontak, Kerajaan Majapahit benar-benar berada kondisi genting. Bahkan nyawa Raja Jayanegara di ujung tanduk jika saja tak ada Bekel Gajah Mada.

Hanya dengan mengandalkan belasan prajurit Bhayangkara, Gajah Mada diam-diam mengungsikan Jayanegara ke Desa Bedander. Di sana ia sekaligus menyusun strategi untuk menumpas para pemberontak. Ketika pada akhirnya pemberontakan Ra Kuti berhasil dikalahkan tahta dikembalikan kepada Jayanegara.

Tak hanya berhasil menyelamatkan nyawa Raja Jayanegara, bersama dengan prajurit-prajurit Bhayangkara kelak Gajah Mada mengantar Majapahit ke puncak kejayaannya. Ada empat prinsip yang ditanamkan Gajah Mada pada prajurit Bhayangkara hingga mereka menjelma menjadi pasukan tangguh yang tak tegoyahkan.

Satya Haprabu yakni setia kepada pemimpin negara, hanyaken musuh atau mengalahkan musuh negara, gineung pratidina atau mempertahankan negara dan prinsip yang terakhir yakni tan satrisna atau sepenuh hati dalam bertugas. Prinsip-prinsip dan nama Bhayangkara itulah yang pada era Indonesia modern diadopsi oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi semboyan dan nama lain polisi.

Prinsip satya haprabu inilah yang belakangan ini kembali digemakan oleh pucuk pimpinan Polri agar seluruh jajaran Korps Bhayangkara mengawal kebijakan pemerintah. Setia kepada negara dan pemimpin tertinggi sekaligus kembali meraih kepercayaan publik.

“Satya Haprabu kepada pemimpin tertinggi kita, sehingga kita betul-betul bisa mengawal seluruh kebijakan pemerintah dan arahan-arahan Presiden terhadap kita.” Kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menggelar video conference pengarahan kepada seluruh anggota mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda hingga Polres Jajaran, Kamis 18 Agustus 2022.

Jenderal Sigit pun menyoroti persoalan yang terjadi belakangan di tubuh Polri dan menekankan kepada jajarannya untuk menjaga marwah dan nama baik Institusi.

“Jaga marwah dan nama baik institusi, ini bukan masalah pangkat, tapi bagaimana rekan-rekan memposisikan Institusi ini didalam hati sanubari rekan-rekan, kita menempatkan profesi rekan-rekan sebagai ibadah,” kata Kapolri.

“Ini terkait dengan masalah kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dan ini menjadi pertaruhan kita bersama. Oleh karena itu, hal ini yang tentunya menjadi catatan penting dan saya minta untuk betul-betul bisa ditindaklanjuti,”

Dari catatan berbagai lembaga survei diketahui sejak Desember 2021 hingga Juli 20222 tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menunjukkan tren meningkat. Peningkatan tersebut terjadi di antaranya berkat rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara 2022 yang diisi dengan berbagai macam kegiatan positif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Tapi akibat peristiwa penembakan Duren Tiga tren positif tersebut langsung mengalami penurunan. Namun tindakan tegas Kapolri dan jajaran kepolisian terbukti manjur mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian negara itu mulai pulih.

Semua lembaga survei termasuk Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang melakukan survei di minggu ketiga bulan Juli hingga minggu terakhir Agustus 2022 menunjukkan membaiknya kepercayaan publik kepada Kapolri dan Institusi Polri yakni di angka 67 persen hingga lebih 70 Persen.

Hanya butuh dua hingga lima digit kepercayaan publik pada Kapolri dan Polri kembali ke posisi seperti di bulan Juni 2022. Di mana tingkat kepercayaan publik mencapai 75 persen sekaligus menjadi yang tertinggi di antara lembaga penegak hukum bahkan dibanding Kejaksaan Agung dan KPK.

“Saya kira 1,5 tahun merupakan proses yang sangat panjang, bagaimana kita mencoba untuk memperbaiki Polri sesuai dengan program Polri Presisi mewujudkan harapan menjadi polisi yang tegas dan humanis. Ujungnya seperti harapan kita adalah polisi menjadi dekat, dipercaya dan dicintai masyarakat,” kat Kapolri dalam wawancara dengan salah satu media televisi nasional, Kamis 8 September 2022.

Menurut Kapolri, dekat dan dipercaya masyarakat berarti lebih mendengar dan lebih aspiratif terhadap apa keluhan masyarakat. Dan itu merupakan goal Polri Presisi sekaligus menjadi momentum untuk menjadi lebih solid.

“Tugas kita adalah mengembalikan marwah kepolisian yang hanya bisa dilakukan dengan melakukan perubahan dan perbaikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Pilihannya tinggal mau ikut gerbang atau tidak. Kalau tidak mau ikut ya keluar itu saja pilihannya,” Kata Kapolri.

Dalam rangka mendengar aspirasi itu, setiap hari setidaknya terdapat 40-50 laporan masyarakat ke akun pribadi, jumlah itu belum mencakup ruang engaduan yang diakomodasi pada Propam Presisi dan Dumas Presisi yang rata-rata mendapatkan 20-30 laporan.

“Saya minta kepada seluruh Kapolda dan jajaran kepolisian ini saatnya kalian lebih aspiratif lebih mendengar dan kemudian menindak lanjuti. Ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri,” kata Kapolri.

Kapori juga kembali mengaskan bahwa dirinya tak ragu-ragu untuk menindak anggota Polri yang melakukan pelanggaran. Menurutnya, dengan peringatan yang sudah di sampaikan sejak awal menjabat begitu ada yang membuat laporan maka akan segera ditindaklanjuti. “Kali ini nggak perlu kasih peringatan lagi. Begitu ada yang laporan, periksa propam, copot sudah begitu,” Kata Kapolri.

Dengan tindakan tegas, Kapolri berharap kepolisian memiliki postur polisi yang tegas tapi juga humanis. Termasuk tegas terhadap kejahatan-kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti soal narkoba.

“Jangan lagi ada yang main-main dengan narkoba. Itu saya buktikan beberapa orang sudah saya copot dan PTDH. Masalah judi juga,” kata Kapolri.

Menurut Kapolri, tindakan tegas diperlukan untuk menyelematkan 430 ribu personel Polri dan 30 ribu anggota PNS yang selama sudah berkerja mati-matian termasuk mereka-mereka yang bertugas di daerah terpencil.