Hoegeng
Oase Menyejukkan di tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa
Hoegeng adalah sosok polisi yang disegani kawan dan lawan, tetapi dicintai banyak orang karena kelembutan dan sikap jujurnya. Di balik ketegasannya, Hoegeng juga sosok yang humoris dan berjiwa seni.
Hoegeng pernah menjabat sebagai Kapolri, sebelum dicopot Soeharto karena bersebrangan, Hoegeng terkenal kukuh dan sangat berani memperjuangkan kepolisian yang bersih. Beberapa prestasi yang sudah ditorehkan Hoegeng antara lain:
- Pemeriksaan banyak menteri karena dugaan korupsi atau penyalahgunaan jabatan.
- Pendirin forum anti korupsi di Medan
- Penyelesaian kasus tertembaknya mahasiswa ITB, Rebe Coenrad, pada Oktober 1970 yang menjadi salah satu lembaran hitam taruna Akabri Kepolisian.
- Penyelesaian peristiwa “Sum Kuning” yang menghebohkan dan kabarnya melibatkan putra pejabat.
- Pemeriksaan kasus penyeludupan mobil mewah yang membenturkan Hoegeng dengan orang kuat Indonesia masa itu.
Ada tiga hal yang diajarkan Hoegeng kepada anak-anaknya. Jujur, sikap respek terhadap orang yang lebih tua maupun yang lebih muda, dan disiplin. Kejujuran itu termasuk tan mau menerima pemberian orang karena ada maksud lain. Sampai sekarang tidak pernah merayakan ulang tahun. Kebiasaan ini diajarkan Hoegeng kepada anak-anaknya karena perayaan ulang tahun bisa mengundang orang untuk memberikan sesuatu kepada anak-anaknya sebab mereka kesulitan memberikan langsung kepada Hoegeng.
Setelah menjadi Kapolri, dan ini kesalahan Soeharto, Hoegeng bertindak tegas dan tidak main-main. Soeharto mengira Hoegeng bisa diberi permen berupa jabatan Kapolri dan manut atau mangut-mangut kalau diperintah. Ternyata Hoegeng tetap Hoegeng. Tak bisa ditaklukkan. Masyarakat mengira Hoegeng terpeleset karena helm. Tidak sama sekali.oegeng tidak terpeleset helm, tetapi karena ketegasan Hoegeng menangkap salah satu konglomerat Soeharto. Soeharto meminta agar sang konglomerat dibebaskan, tetapi justru Hoegeng memberikan bukti-bukti kejahatannya. Tidak ada alternatif, Hoegeng harus diberhentikan dan diganti dengan orang yang lebih tua umurnya.
Ketika Hoegeng bergabung dengan petisi 50, Soeharto dan kroninya makin marah. Hoegeng dimatikan perdata. Dan hebatnya, lembaga kepolisian yang dipimpin para cecunguk Soeharto ikut-ikutan membunuh Hoegeng secara perdata. Sebagai mantan Kapolri, Hoegeng dikucilkan dan tidak bisa mengikuti kegiatan kepolisian. Televisi kemudian dilarang menyiarkan Hoegeng denga Hawaiinya. Nyanyian saja kok perlu ditakuti dan dilarang?
Sejak itulah Hoegeng menjadi lebih pendiam, tetapi sangat aktif dalam mengikuti kegiatan petisi 50, sekalipun tidak pernah bicara. Hoegeng aktif dalam mendengarkan orang lain berbicara. Hanya ada tiga polisi yang tidak mempan disogok: Hoegeng, patung polisi, dan polisi tidur joke ini populer di kalangan akti korupsi. Hoegeng sekedar mobil pribadi saja tidak memilikinya sehinga ketika pensiun, beliau ke mana-mana harus naik bis kota. Tandingannya barangkali cuma Bung Hatta. Cerita Bung Hatta setelah pensiun dan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia, beliau hanya memiliki saldo tabungan Rp200, sementara uang pensiunnya tidak mencukupi untuk membayar tagihan listrik rumah tinggalnya. Pernah ada seorang arsitek dan pengusaha yang berinisiatif meronovasi rumah tinggal Pak Hoegeng yang dinilai tidak layak untuk taraf seorang menteri, namun saat itu juga ditolak mentah-mentah. Di benak Hoegeng dirinya adalah seorang menteri yang harus mengisi kas negara bukan mengeluarkan kas negara untuk kepentingan pribadi. Rumah dinas yang disediakan untuk perwira polisi itu dibiarkan sebagaimana adanya. Jejak langkah Hoegeng mengugah nurani bangsa yang dalam terbenam akibat perilaku koruptif para pemimpin autis – asyik berebut kue kekuasaan dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.